Sabtu, 16 Januari 2016

Buku Laporan Pendidikan SDN Pintu

Jaman Sekolah Dasar itu memang jaman dimana kita belajar dari tidak bisa menjadi bisa,
tidak bisa membaca jadi bisa membaca, tidak bisa menghitung jadi bisa menghitung,,,
Tiap habis ujian THB...CAWU biasa terima RaPORT (rapor)
biasa disebutkan Juara I hingga III

Ketika jadi Juara,,yang bangga biasanya orang tuanya,
kita masih kecil tidak tahu apa itu kebanggan, tahumya kalau dapat hadiah senang saja..

Seingat saya  yang biasa jadi Juara tuh , Sri Mulyani (Desan), Zainal arifin (krajan) dan Saya waktu itu (SD....)
Peringkat sih naik turun,,kadang juara 1,kadang juara 2 kadang juara 3

terpaksa jadi Ketua, Nekat Saja

Saya Teringat tahun 2002 ketika ada acara sewindu AMIKOM, diadakan berbagai acara di Kampus, salah satunya acara Lomba Pidato bahasa Inggris tingkat SMU/SMK se-DIY. Seingat saya waktu itu acara dirapatkan di Rapat Umum ..Sterring Commitee kalau  tidak salah (namanya), karena mungkin ada yang kurang setuju atau hal lain, maka ditiadakan,
Namun ketika itu khan di Amikom ada UKM AMIKOM English Club (AEC), waktu itu ketuanya adalah   Linda Setiawati , Wah...ini kesempatan Promosi (UKM kampus dan AMIKOM) ...maka perlu diadakan..!!!
Karena saya pernah ikut kegiatan AEC, dikarenakan mau meningkatan  skill dalam berbahasa Inggris, maka kita diskusi ,,dan hasil  bincang bincang dengan teman teman ingin  tetap  mengadakan Lomba Pidato Bahasa Inggris dengan memisahkan diri dari kepanitiaan sewindu AMIKOM,

Minggu, 10 Januari 2016

ILMU YAKIN ?

Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu..