Sabtu, 02 November 2013

Banyak Kijing di Makam

salah satau makam di desa pintu
Jika anda ikut memakamkan sanak saudara atau tetangga di Pemakaman Umum, tentu Anda tahurealita makam di Indonesia ini, kelihatan padat, semrawut, juga banyak kijing...bahkan sebagian diberi rumah-rumahan di atas kijingnya. di Kota Jogjakarta, kalau memakamkan mayar biasanya membutuhkan tukang gali kubur (bayaran), kadang mereka agak kesulitan menggalinya, karena lokasi sempit, banyak kijing, dan saling berdekatan antara makam satu dengan yang lain.,
Jika kebiasaan mengkijing makam itu tidak dihetikan akan memadati makam, seperti bangunan saja..sehingga hampir menutupi lahan pemakaman.

yang jelas mengkijing makam itu kebiasaan yang tidak baik, baik ditinjau dari segi ekonomi, agama, maupun sosial..orang sudah meninggal itu cukup dimakamakan dengan wajar saja, ikuti tuntunan agama saja, tidak boleh berlebihan..
Kadang Kijing menandakan status sosisal si mayat , jika orang penting atau kaya dikijing dengan mewah, keramik, dan lain sebagainya.hal itu membuat kesenjanagn sosoial yang tinggi, orang lahir dalam keadaan sederhana matipun juka sederhana seharusnya .
 kebiasaan mengkijing ini malah banyak di Kota lho, mungkin karean mampu membeli kijing dan jor-joran dengan yanglain...kalau di desa biasanya cukup dengan batu Nisan saja sebagai pertanda makam seseorang.
Bagiamana dengan di lingkungan Anda?
kijing plus atap di salah satu makam di kota jogja


Tidak ada komentar: