Senin, 21 Oktober 2013

Angkringan Gratis , Meriahkan Pahargyan Ageng Pernikahan putri Sultan

Gladi kirab Pahargyan Ageng. (Foto: Effy Widjono P)
Euforia Pahargyan Ageng pernikahan GKR Hayu-KPH Notonegoro tidak hanya dirasakan keluarga Kraton Yogyakarta. Tapi masyarakat luas khususnya warga Yogyakarta sangat antusias terhadap acara pernikahan putri keempat Sri Sultan HB X tersebut.

Hal itu juga yang dirasakan segenap pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Malioboro. Bahkan sejumlah pedagang angkringan siap menggelar dagangannya gratis dalam tajuk 'Pesta Rakyat', khususnya saat pelaksanaan kirab, Rabu (23/10/2013).


Hal demikian juga dilakukan saaat pernikahan GKR Bendara beberapa tahun lalu. Beberapa bakul angkringan membuka dagangannya gratis untuk menjamu masyarakat yang ingin menyaksikan kirab pengantin dari Kraton menuju Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Hanya saja, untuk kali ini belum dapat diketahui pasti berapa pedagang yang akan menyediakan dagangannya secara gratis. Sebab tidak ada koordinasi untuk kegiatan tersebut.

"Besok tetap ada pesta rakyat seperti tahun lalu dengan menyediakan angkringan gratis. Tapi jumlahnya berapa saya tidak tahu karena memang tidak dikoordinasi," ucap Ketua Sekber Keistimewaan, Widihasto Wasana Putra.

Ia menamnbahkan, untuk acara pernikahan GKR Bendara lalu, memang dikoordinir Sekber Keitimewaan. Dengan demikian bisa diketahui berapa jumlah pedagangnya. Namun untuk kali ini, koordinasi tersebut tidak dilakukan lagi.

"Untuk tahun lalu ada stimulan Rp 500 ribu tiap pedagang. Kalau sekarang tidak tahu. Tapi kalau untuk menu makanannya ya seperti angkringan biasanya tentu saja," imbuh Hasto.

Hanya saja untuk dhaup ageng kali ini, Sekber Keitimewaan bakal menggelar 'Pesta Rakyat' berupa pertunjukan pentas seni tradisi di Titik Nol Kilometer dan Monumen SO1M. Beragam pertunjukan seni tradisional seperti jatilan dan sebagainya akan ditampilkan pada Selasa (22/10/2013) mulai pukul 15.00 WIB.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Kawasan Malioboro Rudiarto mengatakan, hingga saat ini sudah terdaftar sedikitnya 51 angkring yang nanti akan didisplay di sepanjang Malioboro baik di kanan maupun kiri jalan. Jumlah tersebut masih akan ditambah tidak kurang 5 ribu nasi bungkus dan juga 5 ribu jajanan pasar.

Namun demikian, Rudi tidak menyebut adanya stimulan dana. Kendati ada sumbangan dana Rp 5 juta, jumlah tersebut lebih banyak dialokasikan untuk menambah alokasi gerobak angkringan.

"Ada angkringan yang sumbangan sponsor. Tapi banyak juga yang merupakan andil teman2 pedagang yang rela menyumbang 5 ribu, 10 ribu atau cuma nasi bungkus berapapun jumlahnya. Semua wujud sumbangsih teman-teman di kawasan Malioboro untuk mangayubagyo Pahargyan Ageng tersebut," ucapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada instruksi apapun dari Ngarsa Dalem untuk mengosongkan. Namun berdasar kesepakatan seluruh pedagang yang ada di sepanjang Malioboro, mereka sepakat untuk tutup selama kirab hingga selesai acara.

"Alasannya ya biar tempatnya lebih luang. Sebab pasti penonton bakal mbludag. Daripada juga transaksi jual beli terganggu, lebih baik kami tutup sementara sekaligus memberi penghormatan pada kedua mempelai," ucapnya.(Feb)


sumber:


Danar Widiyanto | http://krjogja.com/

Tidak ada komentar: