Kamis, 27 Oktober 2016

Sembunyi dalam Mobil

tahun 1997, di masa orde  baru , merupakan akhir latihan kita sebagai siswa PSHT di Dusun Desan desa Pintu, Jenangan, Ponorogo , kemudian disyahkan sebagai Warga.

Mengikuti olah raga beladiri , merupakan trend waktu itu bagi anak seumuran smp-sma, mungkin Motivasi setiap orang (anak) beda beda, bisa sebagai sarana olah raga, kesehatan, komunitas dan persaudaraan , dll..

Di desa Pintu sejak saya kecil sudah ada latihan pencak  silat (PSHT), seingat saya jaman dahulu latihan di Ngadiro di tempat (pelataran) pak puh Suyono  dan Mbah  wondo, kemudian Pindah di Pelataran Mbah Lurah  (Kades) Hardjo Sumarto Desan ( depan Balai desa Pintu),,



Ketika Saya mulai  ikut latihan (1995) pertama kali  di pelataran Mbah Lurah, kemudian karena banyak siswa ,,pelataran tidak cukup,,,Maka latihan pindah di Lapangan Balai Desa (SDN Pintu,)
latihan pertama terasa  berat, karena begitu masuk ikut ausdower (doweran) sebagaimana yang lain, padahal yg lain sudah biasa,,,ketika pulang...besuk harinya terasa ngilu alias Njarem.di Kaki ..
Namanya  juga belum biasa .
Sabuk polos warna hitam bagi  siswa tingkat dasr, kemudian jambon (pink),kemudian hijau, kemudian sabuk putih,,,

Seingat saya waktu itu (1995) ada banyak yg masuk ikut latihan... mungkin di atas 30 an...(seangkatan),,
seiring  berjalannya waktu ada yang bertahan..ada yang mengundurkan diri (out) ..entah sibuk atau males atau tidak kuat dengan tantangan yang berat ...
saya waktu itu ikut yang reguler , latihan malam Rabu dan Malam Ahad (minggu,)
biasanya latihan dari habis isyak sampai jam 1-2 malam,,, kadang sih bisa sampai pagi,
Memang ada beberapa teman yang ikut Privat (percepatan)  ..jadi cukup seiktar setahunaan sudah selesai materi pokoknya dan siap disyahkan  jadi warga ,
Jadi di tahun 1996 ada yg disyahkan seperti Parman ( tekdo) , Nur Hadi (ribut) , Samsu (Giceng)l desan   Jono, dan siap lagi ya ?

Latihan biasanya dipegang warga yang baru, seperti mas hadi, Taufik gang doro, mentik, Edy Nugroho, mashudi, Sulaiman,  juga warga  senior lagi seperti mas Heri, Mas cahyo widodo, mas Syamsi,  totok, Masduki, dll
Biasanya  habis isyak sampai sekitar jam 9 malam itu latihan fisik (stamina) ..atau doweran, seperti push up, sit up (pir perut),  lari di tempat, tendangan, kayang, squad jump, dl
setelah itu istirahat,sekitar setengah jam kemudian latihan tema jurus atau senam....dan kadang langsung Sambung...(tergantung pelatih)


Tingkatan demi tingkatan harus dilalui, dari sabuk polos ( hitam) , Jambon , Hijau dan putih,,,
tes kenaikan tingkat kadang uji nyali di kuburan,,kadang ditengah jalan dihadang pelatih,,,, dll,,


Ketika masih sabuk Polos ( hitam) kita sering juga dijatah warga (sambung) , maka ya terasa gimana gitu, mental blm kuat , fisik blm terlatih juga teknik masih kalah jauh,,,dg sang pelatih ..
Biasanya kalau malam ahad dalam satu bulan sering latiham gabungan dengan rayon lain, misal ke Ngrupit atau Jimbe atau yang lainnya
sehingga semakin ramai dan saling mengenal siswa dan warga dari berbagai wilayah..


Terkadang ketika kenalan disuruh maju satu persatu,,
dengan menyebutkan nama  dan hobi...dll..
saya pernah meyebutkan hobi dipijeti malah suruh mijetin warga,,,
ya santai saja..
wong saya dah biasa mijetin orang tua sejak kecil...
jadi tidak terasa capek ..malah Enjoy saja,..





Tidak ada komentar: