Sabtu, 29 April 2017

Prof. Suyanto Menerima Anugerah Tokoh Perubahan Republika


Setiap tahun Republika memberikan penghargaan Tokoh Perubahan, kepada sosok- sosok yang dianggap mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan melakukan perubahan di tengah masyarakat. Pada gelaran tahun ini, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. Dr. M. Suyanto, MM., menjadi salah satu penerima anugerah tokoh perubahan Republika 2016. Agenda ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan melakukan perubahan di tengah masyarakat. Enam tokoh yang berhasil mendapatkan anugerah Tokoh Perubahan 2016 :

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati,
Founder dan Rektor Universitas Amikom Yogyakarta M Suyanto,
Pendiri BMT Beringharjo Yogyakarta Mursida Rambe,
Pendiri Koperasi Tani Maju Bersama Lombok Barat H Artim Yahya,
Bidan inspiratif sekaligus pendiri Yayasan Bumi Sehat Bali, Robin Lim,
Pendiri perusahaan kosmetik PT Paragon Technology and Innovation/PTI (Wardah Cosmetics) Nurhayati Subakat.
Tokoh Perubahan Republika sendiri merupakan event tahunan yang rutin digelar oleh media muslim terbesar di Indonesia, Republika. Orang-orang yang terpilih sebagai Tokoh Perubahan Republika ini didapat melalui seleksi panjang yang dilakukan oleh tim dari Republika. selama satu tahun penuh sepanjang 2016, panitia menerima puluhan nama tokoh dari berbagai elemen masyarakat, mulai pegawai negeri sipil, tokoh masyarakat, birokrat, ulama, pengusaha, sampai masyarakat biasa. Acara Malam penganugerahan Tokoh Republika 2016 sendiri akan diadakan di XXI Ballroom Djakarta Theater pada hari Selasa, 25 April 2017.









Dalam editorial yang dirilis oleh Republika (21/4), Produser Film Battle of Surabaya ini dianggap memberikan kontribusi yang positif dalam mengembangkan ekonomi kreatif terutama melalui film animasi. Menurut Prof. Suyanto, Proses pembuatan film "Battle of Surabaya: membutuhkan waktu tiga tahun untuk melakukan proses praproduksi hingga film tersebut dirilis. Hingga saat ini, Film berbujet sekitar 15 miliar ini masih sering terpilih sebagai official selection di berbagai festival film internasional. Film garapan badan usaha milik Amikom - MSV Pictures - ini juga sudah meraih berbagai penghargaan Internasional, seperti: Winner Gold Remi Award, 49th WorldFest-Houston 2016 (Texas, USA), Winner The 20th Seoul International Cartoon and Animation Festival (Seoul, South Korea), Best Feature Animation Movie Dalam International Film Festival 2016 di India (Noida, India), dan berbagai penghargaan lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Film animasi dan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh universitas Amikom Yogyakarta ini merupakan buah dari lingkungan kreatif yang tercipta di kampus tersebut. Dalam membangun environment kreatif, Prof. Suyanto mengedepankan empat budaya yang dibiasakan di lingkungan kampus. Empat budaya tersebut adalah Propering Culture (Budaya mengusulkan), Learning Culture (Budaya Belajar), Caring Culture (Budaya peduli agar dosen dan mahasiswa memiliki kedekatan layaknya keluarga, dan Enjoying Culture (Budaya menikmati agar mahasiswa, dosen, dan karyawan merasa senang berada di kampus). Empat budaya ini dibangun agar mahasiswa tidak khawatir dalam mengungkapkan pendapat, mengajukan usulan, bebas mengajukan kritik, dan berpikiran terbuka.

Budaya kreatif ini menjadi pondasi dalam mengembangkan Amikom, dari yang dulu berupa akademi hingga kini berkembang menjadi universitas. Amikom sendiri berawal pada tahun 1993, dengan bangunan perkuliahan yang masih berupa rumah kontrakan. Saat itu Amikom mengusung strategi differensiasi dengan konsentrasi program studi, misalnya konsentrasi E-Commerce (Bisnis online). konsentrasi ini menjadi hal yang unik, mengingat internet masih belum berkembang seperti pada saat ini.
Konsep wirausaha juga tidak hanya menjadi jargon semata, namun juga benar-benar diaplikasikan dalam mengembangkan kampus ini. Prof. Suyanto membuat sejumlah unit bisnis, baik di bidang IT, Animasi, ataupun media, dimana keuntungannya dialokasikan untuk pengembangan kampus. Beberapa unit bisnis yang dimiliki amikom diantaranya : Studio Animasi (MSV Pictures), TV Channel (RBTV), Radio (Radio MQFM Jogja), Internet Service Provider (TE-ISP), Game Developer (PT. GIT Solution), Software House (Innovation Center, TE, PT. GIT Solution) dan Inkubasi ICT (Amikom Business Park)
Konsep ini membuat pembiayaan di Amikom menjadi tetap terjangkau, karena tidak hanya berasal dari dana peserta didik saja, namun juga berasal dari unit bisnis. Selain itu wirausaha juga dimasukkan ke dalam kurikulum perkuliahan, dimana beberapa mata kuliah memicu mahasiswa agar bisa mendapat penghasilan sendiri melalui bisnis online. hal ini berdampak langsung pada jumlah lulusan Amikom yang jumlahnya mencapai 21 persen. Tidak heran pada World Conference on Higher Education 2009, UNESCO menjadikan Amikom sebagai model percontohan private entrepreneurs.
Budaya kreatif yang dipadu dengan jiwa kewirausahaan inilah yang menjadi pondasi Amikom untuk terus berkembang. Amikom yang sebelumnya dikenal sebagai "Tempat kuliah orang berdasi", kini seiring dengan perubahan bentuk sebagai universitas, bertransformasi menjadi "Taman Ekonomi Kreatif".

- VDY -
https://www.facebook.com/notes/amikom-yogyakarta/prof-suyanto-menerima-anugerah-tokoh-perubahan-republika/10154256520487191/

Tidak ada komentar: